Putri Balqis. KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN MENGGUNAKAN AGREGAT GRADASI RAPAT TIPE IV TANPA DAN DENGAN TUNDAAN PEMADATAN 12 JAM DENGAN VARIASI ADITIF SEMEN 1%. Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala, 2015

Abstrak

Penggunaan campuran aspal panas (hot mix) dalam jumlah sedikit dianggap kurang efisien karena memerlukan suhu tertentu untuk penghamparan dan pemadatannya, oleh karena itu untuk pekerjaan pemeliharaan seperti patching dapat menggunakan alternatif lain yaitu campuran aspal emulsi dingin (caed) yang tanpa suhu tertentu dan pemadatan yang dapat ditunda. tujuan dari penelitian ini untuk menentukan nilai kadar aspal residu optimum (karo), mengetahui karakteristik caed menggunakan agregat bergadasi rapat tipe iv, dan untuk menentukan nilai stabilitas caed terhadap tanpa dan dengan tundaan pemadatan selama 12 jam dengan variasi aditif semen 0% dan 1% terhadap waktu curing 0, 1, 3, 7 hari. variasi kadar aspal adalah 5,5%, 6%, 6,5%, 7%, dan 7,5% yang didapat setelah menghitung perkiraan awal kadar residu aspal (pb). karo didapat setelah dilakukan tes penyelimutan, kadar air pemadatan dan enersi pemadatan. kemudian dilakukan pengujian lagi tanpa dan dengan tundaan pemadatan 12 jam dengan variasi

Baca Juga : KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN MENGGUNAKAN AGREGAT GRADASI RAPAT TIPE IV TANPA DAN DENGAN TUNDAAN PEMADATAN 12 JAM DENGAN VARIASI ADITIF SEMEN 1% (Putri Balqis, 2015) ,

Baca Juga : PENGARUH TUNDAAN PEMADATAN 24 JAM TERHADAP KINERJA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN (CAED) MENGGUNAKAN ASPAL CSS-1H DENGAN VARIASI BAHAN ADITIF SEMEN 1% (Raina Parmitalia Dinda, 2015) ,

aditif semen. hasil penelitian menunjukan bahwa dengan mengoptimalkan stabilitas rendaman dan kepadatan kering didapatkan nilai karo sebesar 7%, untuk karakteristik caed yang di bahas hanya nilai stabilitas dan porositas, dan peran semen pada caed tanpa dan dengan tundaan pemadatan berpengaruh terhadap peningkatan nilai stabilitas dan nilai porosistas selama waktu curing. untuk caed tanpa tundaan pemadatan (tanpa semen) didapat peningkatan stabilitas sebesar 35,9%, 49,4% dan 115,8%, sedangkan dengan penambahan aditif semen (1%) juga terjadi peningkatan stabilitas sebesar 29%, 46,2% dan 110,9% terhadap waktu curing 0 hari. caed dengan tundaan pemadatan 12 jam tanpa semen didapat peningkatan stabilitas sebesar 32,07%, 46,88% dan 75,47%, sedangkan dengan penambahan aditif semen (1%) juga terjadi peningkatan stabilitas sebesar 14,91%, 36,28% dan 48,97% terhadap curing 0 hari. nilai porositas caed tanpa tundaan (tanpa semen) lebih kecil daripada dengan tundaan pemadatan sedangkan nilai porositas caed dengan adanya penambahan aditif semen lebih kecil dengan tundaan pemadatan 12 jam daripada tanpa tundaan pemadatan dikarenakan semen yang telah mengikat air dan agregat dalam

Tulisan yang relevan

ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN (CAED) TANPA DAN DENGAN TUNDAAN PEMADATAN 48 JAM DENGAN VARIASI BAHAN ADITIF SEMEN 1% (Tri Budiyanto, 2015) ,

KINERJA CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN TANPA DAN DENGAN TUNDAAN PEMADATAN (Amri Yan Sunanto, 2015) ,

ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL EMULSI DINGIN (CAED) BERGRADASI RAPAT DENGAN PERSENTASE FILLER ABU BATU DAN SEMEN PORTLAND 75%:25% (Indra Suryana Muhti, 2015) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi